Kebijakan Editorial
Kebijakan Editorial Gairaigo.Jepang.org
Halaman ini menjelaskan pedoman redaksi dan prinsip kurasi data yang diterapkan di Gairaigo.Jepang.org. Kami berkomitmen menyajikan referensi kata serapan Jepang yang akurat, transparan mengenai asal-usulnya, dan mudah dipahami oleh pembelajar Indonesia.
1. Prinsip Inti Penyusunan Kamus
Konteks Lokal: Penjelasan makna disesuaikan agar natural bagi penutur bahasa Indonesia, tidak sekadar penerjemahan harfiah dari definisi bahasa Inggris.
Kejelasan Asal Usul: Jika suatu kata adalah Wasei-Eigo (Inggris buatan Jepang) atau berasal dari bahasa selain Inggris (seperti Portugis atau Belanda), hal tersebut akan ditandai secara eksplisit agar pembelajar tidak salah konteks.
Berbasis Bukti: Kami tidak mengarang etimologi. Jika asal bahasa dari suatu kata belum pasti atau tidak didukung oleh data sumber, kami tidak akan memaksakan klaim.
2. Kebijakan Sumber & Kurasi Data
Basis data leksikal utama kami berasal dari proyek sumber terbuka JMdict.
Untuk memberikan konteks penggunaan yang kaya, kami juga dapat menampilkan contoh tambahan dari data prabentuk ketika tersedia.
Data tersebut difilter secara khusus untuk kata serapan (gairaigo), diperkaya, dan diadaptasi ulang oleh redaksi agar strukturnya lebih bersahabat untuk dipelajari.
3. Kebijakan Penggunaan AI
Mengingat besarnya volume kosakata, kami memanfaatkan teknologi AI generatif dalam proses pengayaan data, khususnya untuk menghasilkan draf contoh kalimat bilingual (Jepang-Indonesia).
Transparansi: Contoh kalimat yang dihasilkan melalui AI diberikan penanda "Sumber: Internal" atau "Sumber: Adaptasi" dan sistem internal kami menyimpan bendera tinjauan (review flags).
Bantuan bacaan: Sebagian furigana pada contoh kalimat dibuat dengan PyKakasi sebagai alat bantu baca. Hasilnya bisa keliru, terutama pada nama, istilah khusus, atau bacaan yang bergantung pada konteks.
Human-in-the-loop: AI hanya bertindak sebagai asisten penyusun draf. Secara berkala, contoh-contoh tersebut ditinjau dan dipoles oleh editor manusia untuk memastikan kealamian bahasa dan akurasi konteks sebelum sepenuhnya dianggap final.
4. Koreksi dan Revisi
Bahasa itu hidup dan kompleks. Kesalahan pemaknaan, salah ketik, atau pergeseran nuansa kata mungkin terjadi.
Jika Anda menemukan entri dengan terjemahan yang kurang tepat, contoh kalimat yang kaku, atau informasi etimologi yang keliru, Anda dapat melaporkannya melalui halaman Koreksi atau Kontak.
Kami berkomitmen untuk meninjau masukan pembaca dan memperbarui entri tersebut guna menjaga kualitas data.